Benarkah Biduran Menular? Ini Penjelasan Lengkapnya

Sulistiyono - Kesehatan
Biduran Menular

Cakaplagi.com – Belakangan muncul pertanyaan benarkah biduran menular? Ini penjelasan lengkap tentang biduran yang belakangan menjadi topik perbincangan.

Biduran, juga dikenal sebagai urtikaria, adalah kondisi kulit yang ditandai oleh munculnya benjolan merah, gatal, dan terkadang berbentuk seperti lepuh atau bintik-bintik pada kulit.

Biasanya, biduran muncul secara tiba-tiba dan dapat bertahan selama beberapa jam hingga beberapa hari sebelum menghilang.

Meskipun biduran adalah gejala yang umum, pertanyaan yang sering diajukan adalah apakah biduran bisa menular dari satu orang ke orang lain. Jawabannya umumnya tidak, dan berikut penjelasan lengkapnya.

Apa Itu Biduran?

Biduran adalah reaksi alergi yang disebabkan oleh pelepasan histamin dalam tubuh. Histamin adalah zat kimia yang dilepaskan oleh sel-sel khusus dalam sistem kekebalan tubuh sebagai respons terhadap alergen atau rangsangan tertentu. Ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti makanan tertentu, gigitan serangga, alergi obat, stres, paparan suhu dingin atau panas yang ekstrem, serta infeksi.

Apakah Biduran Menular?

Biduran bukan penyakit menular, dan ini berarti bahwa seseorang tidak dapat mengambilnya dari orang lain seperti yang bisa terjadi dengan penyakit menular seperti flu atau cacar air. Biduran adalah respons alergi yang terjadi di dalam tubuh seseorang, dan tidak dapat ditularkan kepada orang lain melalui kontak fisik, percikan ludah, atau sentuhan.

Namun, ada situasi di mana beberapa anggota keluarga dapat mengalami reaksi biduran yang mirip atau serupa karena faktor genetik. Ini berarti bahwa kecenderungan genetik tertentu dapat membuat beberapa orang dalam keluarga lebih rentan terhadap mengembangkan biduran daripada yang lain.

Bagaimana Gejala Biduran Menjalar?

Gejala biduran pada satu individu dapat menjalar ke berbagai bagian tubuh selama periode serangan. Ini bisa terjadi secara acak, dan benjolan gatal dapat muncul di satu tempat, kemudian berpindah ke tempat lain pada tubuh. Meskipun tidak menular, reaksi alergi tersebut dapat berkembang dalam berbagai bentuk pada individu yang berbeda, mulai dari bentuk ringan hingga parah.

Pencegahan dan Pengobatan Biduran

Untuk mengelola biduran, penting untuk mengidentifikasi dan menghindari pemicu yang memicu reaksi alergi. Orang yang menderita biduran dapat berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan pemicu khususnya dan menghindarinya. Selain itu, beberapa obat antihistamin dapat digunakan untuk mengurangi gejala gatal dan peradangan saat serangan biduran terjadi.

Sementara biduran sendiri bukan penyakit menular, penting untuk memahami bahwa kondisi ini dapat berkembang dalam konteks reaksi alergi yang unik untuk setiap individu. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami gejala biduran yang parah atau terus-menerus, segera berkonsultasi dengan profesional kesehatan untuk evaluasi dan perawatan yang sesuai.

Dalam kesimpulannya, biduran bukanlah penyakit menular, dan seseorang tidak dapat menularkannya kepada orang lain melalui kontak fisik. Ini adalah respons alergi tubuh terhadap berbagai pemicu dan memerlukan pengelolaan yang tepat untuk mengurangi gejala dan ketidaknyamanan yang mungkin terjadi.

Follow Berita CakapLagi di Google News + Facebook