Emosi Lukas Enembe Kala Saksi Sebut Bermain Judi

Emosi Lukas Enembe

Cakaplagi.com – Emosi Lukas Enembe memuncak kala saksi sebut bermain judi dalam persidangan kasus dugaan suap dan gratifikasi di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Mantan Gubernur Papua Lukas Enembe sempat emosi dalam persidangan tersebut hingga terjadi insiden aksi menggebrak meja.

Emosi ini muncul saat mantan Kadis PUPR Provinsi Papua Mikael Kambuaya bersaksi di sidang kasus suap dan gratifikasi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (7/8).

Lukas sebagai terdakwa hadir langsung dalam persidangan. Dalam kasus ini, Lukas Enembe didakwa menerima suap dan gratifikasi senilai Rp 46,8 miliar.

Jaksa mengatakan suap dan gratifikasi itu diterima dalam bentuk uang tunai dan pembangunan atau perbaikan aset milik Lukas.

Momen gebrak meja Lukas Enembe bermula saat Mikael menyampaikan kesaksian soal mendengar informasi Lukas Enembe bermain judi di Singapura.

Mikael mengaku tidak pernah melihat Lukas bermain judi. Hakim lalu mempersilakan Lukas untuk bertanya kepada Mikael. Lukas langsung emosi.

Lukas lalu menggebrak meja dan membantah bermain judi. Lukas menyebutkan dia sebagai Gubernur Papua bertugas mengurus warganya.

“Saya mau tanya, gubernur tidak berjudi, gubernur nurut pemerintah, dengar itu! Tidak berjudi! Jadi saya mau kasih tahu bahwa gubernur tidak berjudi, gubernur urus pemerintah Republik Indonesia!” kata Lukas dengan nada tinggi sambil menggebrak meja.

Hakim kemudian mengambil alih pertanyaan Lukas ke Mikael. Hakim bertanya apakah Mikael pernah melihat Lukas bermain judi. Mikael mengaku hanya mendengar informasi.

“Saya bantu ya, pertanyaannya, gampang sebetulnya apakah sepengetahuan saudara, saudara melihat langsung saudara terdakwa Lukas Enembe ini main judi?” tanya hakim.

“Info di media saja saya dengar,” kata Mikael.

“Secara langsung?” tanya hakim.

“Tidak,” jawab Mikael.

Lukas kembali emosi dan membantah pernah bermain judi. Hakim meminta Lukas tenang.

“Tidak, tidak pernah main judi, saya Gubernur Papua , tidak ada main judi,” kata Lukas.

“Tenang-tenang, itu hak saudara,” timpal hakim.

Follow Berita CakapLagi di Google News + Facebook