Inilah Bacaan Niat Zakat Fitrah dan Tata Cara Waktu Pembayaran

Muhammad Zikri - Inspirasi
Niat Zakat Fitrah

Cakaplagi.com – Bacaan niat zakat fitrah beserta tata cara waktu pembayaran tersedia di dalam artikel ini. Berikut informasi tentang niat zakat fitrah selengkapnya.

Menunaikan zakat adalah salah satu kewajiban dalam agama Islam yang tidak bisa diabaikan. Diantara berbagai jenis zakat, zakat fitrah memiliki keistimewaan yang harus dipenuhi pada bulan Ramadan.

Zakat fitrah berlaku untuk semua individu, termasuk laki-laki, perempuan, anak-anak, orang dewasa, budak, dan orang merdeka. Kewajiban membayar zakat ini didasarkan pada ayat dalam Surat An Nisa ayat 177 yang menyatakan: “…laksanakanlah salat dan tunaikanlah zakat!”

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar, Rasulullah SAW menjelaskan tentang kewajiban menunaikan zakat fitrah pada bulan Ramadan: “Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah pada bulan Ramadan kepada manusia” (HR Muslim).

Menurut Muhammad Bagir dalam bukunya “Fiqih Praktis”, zakat fitrah merupakan zakat yang berkaitan dengan diri sendiri, bukan harta kekayaan (mal), dan merupakan kewajiban yang ditetapkan bagi setiap Muslim.

Tata cara menunaikan zakat fitrah hampir mirip dengan ibadah lainnya, yang dimulai dengan niat.

Niat Zakat Fitrah

Berikut ini beberapa bacaan niat zakat fitrah sesuai dengan kondisi masing-masing:

Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, sebagai kewajiban karena Allah Ta’ala.”

Niat Zakat Fitrah untuk Istri

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, sebagai kewajiban karena Allah Ta’ala.”

Niat Zakat Fitrah untuk Anak Laki-Laki

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku [sebutkan namanya], sebagai kewajiban karena Allah Ta’ala.”

Niat Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku [sebutkan namanya], sebagai kewajiban karena Allah Ta’ala.”

Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh anggota keluargaku yang menjadi tanggunganku, sebagai kewajiban karena Allah Ta’ala.”

Niat Zakat Fitrah untuk Orang yang Diwakilkan

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk [sebutkan namanya], sebagai kewajiban karena Allah Ta’ala.”

Ketentuan dan Waktu Penunaian Zakat Fitrah

Setelah menentukan niat zakat fitrah, penting untuk mengetahui waktu dan ketentuannya. Menurut Rosidin dalam bukunya “Pendidikan Agama Islam”, waktu penunaian zakat fitrah dibagi menjadi lima kelompok: waktu mubah, waktu wajib, waktu sunnah, waktu makruh, dan waktu haram.

  1. Waktu mubah dimulai dari awal hingga akhir bulan Ramadan.
  2. Waktu wajib dimulai saat terbenam matahari pada akhir Ramadan.
  3. Waktu sunnah adalah setelah salat Subuh hingga sebelum salat Idul Fitri.
  4. Waktu makruh adalah setelah salat Idul Fitri hingga sebelum Dzuhur pada Hari Raya.
  5. Waktu haram adalah setelah salat Dzuhur pada Hari Raya Idul Fitri.

Penting juga untuk dicatat bahwa zakat fitrah bisa dikeluarkan dalam bentuk uang tunai. Menurut fatwa dari Syeikh Yusuf Qaradhawi, zakat fitrah dalam bentuk uang harus setara dengan satu sha’ gandum, kurma, atau beras. Nilai zakat fitrah ditetapkan berdasarkan ketentuan resmi, seperti yang ditetapkan oleh BAZNAS.

Follow Berita CakapLagi di Google News + Facebook