Kabar Duka, Mark Margolis Meninggal Dunia pada Usia 83 Tahun

- News
Mark Margolis Meninggal Dunia

Cakaplagi.com – Kabar duka, Mark Margolis meninggal dunia. Kabar duka ini secara langsung diumumkan oleh oleh putranya, Morgan Margolis.

Mark Margolis, merupakan aktor yang dikenal karena memerankan Hector Salamanca dalam serial “Breaking Bad” dan “Better Call Saul”.

Mark Margolis meninggal dunia pada usianya ke-83 tahun. Menurut keterangan Morgan, Mark mengembuskan napas terakhir pada Kamis (3/8/2023).

Ia menjalani perawatan medis di RS Mount Sinai New York AS, setelah mengalami sakit yang singkat. Anak dan istri Mark, Jacqueline Margolis, berada di sisinya saat dia meninggal.

Sebagai anak didik Stella Adler yang melakukan tugas ganda sebagai asisten pribadi guru akting legendaris tersebut, Margolis juga menonjol sebagai antek Bolivia Alberto the Shadow dalam film Scarface (1984) karya Brian De Palma; sebagai tuan tanah bersuara kasar di Mr: Pet Detective (1994); dan dari tahun 1998-2003 berperan sebagai bos mafia yang terinfeksi HIV bernama Antonio Nappa di film Oz yang tayang di HBO.

Pria asal Philadelphia ini juga pernah memerankan seorang guru matematika yang sudah tua untuk film arahan Darren Aronofsky Pi (1998). Kemudian dia muncul dalam lima film berikutnya dari Aronofksy yaitu Requiem for a Dream (2000), The Fountain (2006), The Wrestler (2008), Black Swan (2010), serta Noah (2014).

Dalam sebuah wawancara dengan The Hollywood Reporter pada 2012, Margolis mengungkap mengapa Aronofsky sering memperkerjakannya. “Saya mulai bekerja dengannya di film pertamanya, Pi, yang berbiaya 60 ribu dolar AS, ketika dia belum dikenal. Saya bahkan harus mengejarnya selama 3 bulan untuk mendapatkan upah saya. Saya akhirnya mengancam akan menelpon ibuunya, dan akhirnya dia membayar saya. Jadi sepertinya dia memiliki kewajiban untuk memperkerjakan saya terus,” ujarnya sambil berseloroh.

Mark Margolis lahir di Philadelphia pada 26 November 1939. Ibunya, Fanya, adalah seorang dekorator yang bekerja di sebuah perusahaan wallpaper dan banyak melukis. Sementara ayahnya, Isidore, adalah seorang pekerja pabrik.

Margolis mengambil kelas akting pertamanya pada usia 14 tahun, dan setelah satu tahun di Temple University, dia pindah ke New York dan belajar drama dengan Adler di The Actors Studio. Selain itu, ia juga bekerja sebagai asisten pribadi Adler selama hampir tiga tahun, memanggilkan taksi, membawakan belanjaan dan lainnya.

“Saya benar-benar terpaku padanya. Saya berusia 19 tahun dan dia berusia 60 tahun. Sungguh, dia sangat menggairahkan,” kata dia dalam wawancaranya pada 2012 seperti dilansir The Hollywood Reporter, Sabtu (5/8/2023).

Margolis kemudian belajar dengan saingan Alder, Lee Strasberg, selama sekitar satu tahun, namun kemudian menjauh dari dunia akting dan mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dia mengelola sebuah kedai kopi di MacDougal Street di Greenwich Village.

Dia akhirnya membuat debutnya di layar lebar sebagai penumpang pesawat yang bermuka masam dalam film X-rated The Opening of Misty Beethoven (1976), kemudian memiliki peran kecil dalam Going in Style (1979), De Palma’s Dressed to Kill (1980), Arthur (1981), dan Scarface (1983).

“Saya hanyalah seorang aktor pengembara. Sejujurnya, enam bulan setelah Scarface, saya harus mengambil pekerjaan dengan seorang teman pengembang real estat selama beberapa bulan hanya untuk bertahan hidup,” kata Margolis.

Karyanya juga termasuk film The Cotton Club (1984), The Secret of My Success (1987), 1492: Conquest of Paradise (1992), I Shot Andy Warhol (1996), Absolute Power (1997), The Thomas Crown Affair (1999), End of Days (1999), The Tailor of Panama (2001), Stand Up Guys (2012) serta acara televisi seperti “Santa Barbara”, “Law & Order”, “Californication”, “Person of Interest”, “American Horror Story”, dan “The Affair”.

Follow Berita CakapLagi di Google News + Facebook