Kenali Perbedaan Sesak Napas Gangguan Jantung dan Asam Lambung

Sulistiyono - Kesehatan
Sesak Napas Gangguan Jantung dan Asam Lambung

Cakaplagi.com – Sudah tahu apa perbedaan sesak napas gangguan jantung dan asam lambung? Inilah perbedaan sesak napas akibat gangguan jantung dan asam lambung.

Sesak napas adalah gejala yang dapat disebabkan oleh berbagai masalah kesehatan, termasuk gangguan jantung dan asam lambung. Namun, perbedaan antara kedua kondisi ini cukup jelas.

Mari kita bahas perbedaan utama antara Dispnea akibat gangguan jantung dan Dispnea akibat asam lambung yang selama ini jarang kamu ketahui:

1. Penyebab Utama:

  • Asma Akibat Gangguan Jantung: Dispnea yang disebabkan oleh masalah jantung biasanya terjadi karena jantung tidak mampu memompa darah dengan efisien. Ini dapat terjadi karena penyakit jantung koroner, gagal jantung, atau masalah katup jantung. Gangguan jantung mengurangi kemampuan jantung untuk memompa darah, sehingga tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen.
  • Asma Akibat Asam Lambung: Dispnea yang disebabkan oleh asam lambung biasanya muncul karena refluks asam lambung ke kerongkongan. Ketika asam lambung naik ke kerongkongan, ini dapat menyebabkan sensasi terbakar dan iritasi, serta mungkin mengganggu pernapasan jika asam mencapai saluran pernapasan atas.

2. Gejala Lain:

  • Asma Akibat Gangguan Jantung: Selain Dispnea, penderita gangguan jantung sering mengalami gejala lain seperti nyeri dada, lelah yang berlebihan, bengkak pada kaki atau pergelangan kaki, dan detak jantung yang tidak teratur.
  • Asma Akibat Asam Lambung: Penderita refluks asam lambung mungkin juga mengalami gejala lain seperti sensasi terbakar di dada (heartburn), mulut pahit, bersendawa, dan mual.

3. Faktor Pemicu:

  • Asma Akibat Gangguan Jantung: Faktor pemicu umum untuk Dispnea akibat gangguan jantung termasuk aktivitas fisik yang berlebihan, stres, atau perubahan suhu yang drastis.
  • Asma Akibat Asam Lambung: Konsumsi makanan tertentu seperti makanan pedas, berlemak, atau asam, minuman berkafein, alkohol, serta kelebihan berat badan dapat memicu refluks asam lambung.

4. Pereda Gejala:

  • Sesak Akibat Gangguan Jantung: Penanganan Dispnea akibat gangguan jantung melibatkan pengobatan yang ditujukan untuk memperbaiki fungsi jantung. Ini bisa meliputi obat-obatan, terapi fisik, atau bahkan operasi jika diperlukan.
  • Sesak Akibat Asam Lambung: Dispnea akibat refluks asam lambung seringkali dapat dikelola dengan perubahan gaya hidup seperti diet yang sehat, menghindari makanan pencetus, dan penggunaan obat antasida atau obat penurun asam.

Penting untuk diingat bahwa kedua kondisi ini bisa sangat mengganggu, dan jika Anda mengalami Dispnea yang parah atau berkepanjangan, segera konsultasikan dengan profesional medis.

Mereka dapat melakukan evaluasi yang tepat dan meresepkan perawatan yang sesuai berdasarkan penyebab sesak napas Anda.

Follow Berita CakapLagi di Google News + Facebook