Niat Puasa Qadha Ramadhan di Bulan Rajab 2024

Iwan Ceper - Inspirasi
Niat Puasa Qadha Ramadhan

Cakaplagi.com – Niat puasa qadha Ramadhan di Bulan Rajab 2024 tersaji di dalam artikel ini. Berikut ini bacaan niat puasa qadha ramadhan di bulan Rajab.

Dalam waktu sekitar dua bulan lagi, kita akan menyambut bulan Ramadhan tahun 2024. Banyak yang merasa gembira karena akan kembali menjalankan ibadah puasa di bulan suci tersebut.

Namun, seringkali terlupakan bahwa ada beberapa individu yang masih memiliki kewajiban membayar hutang puasa Ramadhan dari tahun sebelumnya.

Umat Islam yang memiliki kewajiban ini disarankan untuk segera melaksanakan puasa ganti. Apakah sebenarnya puasa ganti itu dan bagaimana cara melaksanakannya?

Puasa ganti atau puasa qadha Ramadhan adalah bentuk puasa yang dilakukan untuk menggantikan hari-hari puasa yang tidak dapat dilaksanakan selama bulan Ramadhan pada tahun sebelumnya. Hal ini dapat terjadi karena berbagai alasan, seperti sakit, menstruasi, kehamilan, atau perjalanan.

Orang yang tidak dapat berpuasa pada hari tertentu di bulan Ramadhan diwajibkan untuk menggantinya pada hari-hari lain setelah bulan Ramadhan berakhir. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami niat dan tata cara pelaksanaan puasa qadha ini.

Hukum Puasa Qadha

Hukum puasa qadha Ramadhan adalah wajib bagi muslim yang meninggalkan puasa Ramadhan karena alasan seperti sakit, haid, nifas, dan sebagainya.

Hal ini sesuai dengan QS. Al-Baqarah ayat 185 yang menyatakan bahwa Allah menghendaki kemudahan bagi umat-Nya, dan tidak menghendaki kesulitan. Oleh karena itu, dianjurkan untuk melaksanakan puasa ganti sesuai dengan aturan yang ditetapkan.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa mengganti puasa Ramadhan dapat dilakukan secara terpisah atau tidak berurutan, memberikan fleksibilitas dalam pelaksanaannya.

Niat Puasa Qadha Ramadhan

Niat puasa ganti dapat dilakukan dengan menyatakan niat di dalam hati atau dengan kata-kata sesuai dengan alasan ganti puasa yang bersangkutan. Sebelum memulai puasa, disarankan untuk membaca niat puasa ganti, seperti:

“نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى”

“Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.”

Artinya: Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.

Tata Cara Puasa Qadha Ramadhan

Dalam Islam, diperbolehkan untuk tidak mengqadha puasa segera atau secara berurutan karena beberapa alasan tertentu. Yang terpenting, membayar hutang puasa harus dilakukan sebelum tiba waktu Ramadhan berikutnya.

Qadha puasa dapat dilaksanakan menjelang bulan Ramadhan atau hingga akhir bulan Syaban. Terdapat dua pendapat ulama mengenai waktu batas akhir qadha puasa Ramadhan.

Menurut ulama Syafiiyah dan ulama Hanabilah, batas akhir qadha puasa adalah hingga datangnya puasa Ramadhan berikutnya.

Sementara menurut ulama Hanafiyah, tidak ada batas akhir qadha puasa Ramadhan, dan dapat dilakukan kapan saja, baik setelah tahun puasa Ramadhan yang ditinggalkan atau tahun-tahun berikutnya.

Follow Berita CakapLagi di Google News + Facebook