Pemerintah Irak Buka Blokir Aplikasi Telegram

Rofiki - Headline, Teknologi
Symbol On Telegram

Cakaplagi.com – Pemerintah Irak resmi buka blokir aplikasi Telegram. Di mana sebelumnya, Telegram tidak bisa diakses pengguna di negara Irak.

Aksi blokir aplikasi Telegram oleh pemerintah Irak, buntut dugaan melanggar privasi warganya. Namun, sekarang larangan itu telah mereka cabut.

Kementerian Telekomunikasi Irak dalam keterangan resminya menjelaskan keputusan mencabut larangan atau buka blokir aplikasi Telegram.

“Pencabutan larangan dilakukan setelah perusahaan yang memiliki platform tersebut merespons tuntutan dari otoritas keamanan yang meminta perusahaan tersebut untuk mengungkapkan entitas yang membocorkan data warga.”

Sebagaimana dikutip dari dari Reuters, Minggu (13/8/2023), Kementerian menambahkan, perusahaan Telegram juga bersedia untuk melakukan diskusi lanjutan dengan otoritas terkait.

Kepada Reuters, anggota tim pers Telegram mengatakan bahwa “mengunggah data pribadi tanpa izin adalah melanggar ketentuan layanan Telegram, dan konten seperti itu rutin dihapus oleh moderator kami.”

“Kami dapat mengkonfirmasi bahwa para moderator kami telah menutup beberapa saluran yang berbagi data pribadi. Namun, kami juga dapat mengonfirmasi bahwa tidak ada permintaan data pengguna pribadi yang diajukan oleh Telegram dan tidak ada data semacam itu yang dibagikan,” ujar seorang sumber.

Untuk diketahui, masyarakat Irak banyak menggunakan Telegram untuk berkirim pesan dan membagikan konten berita.

Beberapa saluran (channels) di dalamnya mengandung jumlah besar data pribadi termasuk nama, alamat, dan hubungan keluarga warga Irak.

Sekarang masyarakat Irak sudah bisa kembali mengguna aplikasi Telegram, setelah pemerintah mencabut larangan terhadap aplikasi tersebut.

Follow Berita CakapLagi di Google News + Facebook