Viral Motor Honda Patah, Ini Ulasan Lengkapnya

Iwan Ceper - Otomotif
Honda Jual Rangka eSAF

Cakaplagi.com – Baru-baru ini, viral motor honda patah di media sosial. Hal ini bermula dari unggahan video salah satu pengguna media sosial.

Penasaran seperti apa video viral motor honda patah? Berikut cakaplagi.com sampaikan beberapa fakta tentang viral motor honda patah di media sosial.

Pengguna media sosial mengunggah sebuah video yang menceritakan kondisi motor honda patah. Cerita itu akhirnya menjadi viral di media sosial.

Keluh kesah pengguna honda ini memunculkan tanda tanya besar para pengguna kendaraan roda dua, dan banyak yang bertanya-tanya apakah kejadian tersebut benar-benar terjadi.

Belakangan ini, pencinta kendaraan sepeda motor Honda tengah diributkan terkait buruknya kualitas struktur rangka Enhanced Smart Architecture Frame (eSAF).

Rangka eSAF ini disinyalir teknlogi baru yang digunakan ke beberapa jenis produksi motor Honda, diantaranya, Beat, Scoppy, Ganio, Vario 125 dan Vario 160.

Dalam video viral yang banyak diunggah oleh para pemilik kendaraan menunjukan betapa buruknya kualitas dari rangka aSAF. Mereka menyebut, rangka eSAF begitu tipis dan mudah korosi (karatan).

Dalam video yang diunggah akun Instagram infodepok_id, pengendara motor sedang berboncengan. Pemilik motornya pun tidak tahu mengapa situasi tersebut bisa terjadi.

“Patah, iya tadi di belokan,” kata pengendara motor dalam video. Lain halnya dengan TikTok mahdom_14, akun tersebut memperlihatkan struktur rangka Beat terbaru yang sudah menggunakan eSAF.

Sasis eSAF yang berkarat itu disinyalir jadi penyebab banyaknya Beat yang mengalami patah rangka.

“Itu karena rangka sekarang tipis, saya ukur juga beat deluxe tebalnya hanya 2 cm, terkadang kalo habis tabrakan suka susah dipres, soalnya tipis,” tulis keterangan posting tersebut.

Lantas, bagaimana tanggapan honda selaku pembuat motor? Berikut keterangan resmi dari Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor (AHM) Octavianus Dwi Putro.

Kejadian rangka eSAF yang patah dan berkarat bisa disebabkan banyak hal. “Tergantung case-nya, Kalau case-nya kesalahan pabrikan, ya kita akan ganti,” kata Octa di Tangerang.

Menurut Octa, untuk menindaklanjuti kasus tersebut perlu diinvestigasi lebih lanjut agar masalah tersebut menjadi jelas.

“Jadi tergantung kasusnya. Ada yang karena pemakaian, ada yang kena air laut, nah itu banyak case-nya,” ujarnya. “Makanya saya enggak bisa ngomong, case by case saja,” sambungnya.

Octa memastikan, bahwa pabrikan telah memiliki aturan terkait garansi. Artinya konsumen bisa mengklaim persoalannya ke bengkel resmi AHASS untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Berdasarkan ketentuan garansi motor Honda terbagi tiga jenis. Pertama, garansi mesin selama 3 tahun atau 30.000 Km, tergantung mana yang lebih dulu dicapai.

Kemudian, garansi rangka dan kelistrikan selama 1 tahun atau 10.000 Km, tergantung mana yang lebih dulu dicapai.

Kemudian, garansi komponen PGM-FI selama 5 tahun atau 50.000 Km, tergantung mana yang lebih dulu dicapai.

Selain itu, garansi hanya berlaku untuk penggantian atau perbaikan suku cadang yang rusak akibat kesalahan proses produksi, kesalahan bahan atau material produk, hingga kesalahan konstruksi.

“Garansi tergantung tadi case-nya, dia masih masuk dalam kriteria dan masa garansi atau enggak,” tutupnya.

Follow Berita CakapLagi di Google News + Facebook